Minggu, 17 September 2017

Roti Bolu Selai Cokelat Teh Hijau


Hari ini saya tidak akan berbagi resep tapi hanya berbagi foto saja karena foto-foto saya kali ini berbeda dari biasanya. Mmm..., sedikit lebih kece menurut saya. Ehm..., ehm..., memuji diri sendiri nih yeee, heheheh.

Kemarin, saya bereksperimen lagi nih. Saya membuat roti bolu menggunakan selai cokelat teh hijau sebagai pengganti minyak. Bila ingin tahu seperti apa selai yang saya gunakan, fotonya ada di resep Kue Cubit yang saya bagikan dua hari yang lalu. Resep roti bolu selai cokelat teh hijau ini mirip dengan Roti Bolu Entrasol QuickStart yang saya buat minggu lalu, Entrasol QuickStartnya saya ganti dengan selai cokelat teh hijau sebanyak 90 gram dan gulanya saya kurangi menjadi 30 gram.


Seperti apa hasilnya? Sedikit mengecewakan, pemirsa. Tampilan luarnya sih cantik tapi ketika saya potong, rotinya hancur sehancur hati ini melihatnya, hu hu hu. Hampir saja saya mengurungkan niat untuk mengabadikan fotonya, untungnya tetap saya lanjutkan. Dan ketika saya mencoba rotinya, rasanya uueennaaak banget loh, apalagi ditambah cokelat keping di atasnya, makan dua potong rasanya tidak cukup dan pengen nambah lagi, heheheh.

Saya bingung, salahnya di mana ya kira-kira? Apa karena raginya tidak saya aktifkan terlebih dahulu seperti biasa atau karena selai cokelat teh hijaunya kebanyakan? Selama saya membuat roti bolu, baik menggunakan terigu protein tinggi, sedang ataupun rendah, dicampur pisang, kacang hijau, labu kuning, cokelat, Entrasol QuickStart dan lainnya, baru kali ini rotinya hancur ketika dipotong. Rotinya sangat lembut, tapi seperti tidak menyatu dengan baik adonannya sehingga hancur saat dipotong.


Nah, karena saya belum sukses membuat roti bolu selai cokelat teh hijau ini, saya memutuskan untuk tidak berbagi resepnya kali ini. InsyaAllah bila saya buat lagi dan berhasil, baru deh saya bagikan resepnya. 😍

Oh iya, seperti kata saya pada pembukaan di atas, teman-teman setuju kan kalau saya bilang foto-foto saya kali ini terlihat sedikit lebih cantik dari biasanya? Ehm..., ehm.... Itu karena saya menggunakan alas piring buatan mendiang Ibu dan ditambah hiasan bunga-bunga. Terimakasih banyak, Bu, atas peninggalan berharga ini, sayang saya tidak sempat belajar merajut sebelum Ibu pergi untuk selamanya.


Jadi ceritanya, kemarin saya bongkar lemari untuk mencari tempat penyimpanan bunga hias yang ada dalam foto. Eh..., saya malah ketemu sama kantong plastik berisi alas piring buatan Ibu. Wah, bisa dipake untuk foto-foto nih. Akhirnya saya pun mengambil alas piring tersebut dan menggunakannya saat mengabadikan foto roti bolu selai cokelat teh hijau ini.

Sampai di sini dulu tulisan saya tentang roti bolu selai cokelat teh hijau kali ini dan semoga menghibur pembaca sekalian.


Salam,
Dapur Ima

6 komentar:

  1. Mgkn kebanyakan selai mba...jadinya kurang kokoh *analisaabal2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga curiganya itu, mba Rini. Lain kali kalo bikin lagi, selainya akan saya kurangi.

      Hapus
  2. alas piringnya unyu-unyu mba.. jadi lebih feminin deh he he he pink, gitu loh, warnanya Sophie banget ini
    tapi selain alasnya, roti bolunya juga menarik warnanya, terlepas dari teksturnya yang kurang kokoh menurut mba Ima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba. Lagi jatuh cinta nih kayaknya, jatuh cinta sama roti bolu maksudnya, heheheh...

      Warna kesukaan saya semua nih, mba, Pink dan hijau. Makanya sayang kalau tidak ditampilkan di sini. 😍

      Hapus
  3. Cantik rajutannya.. say amau belajar rajut sampai sekarang nggak sempat juga.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, ada mba Wise pagi-pagi.
      Iya, mba. Kalau mau belajar sekarang udah malas dan tidak ada yang ngajarin, mba.

      Hapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan membaca tulisan di Dapur Ima, semoga bermanfaat. Khusus bagi komentar yang tidak sesuai dengan topik, mohon maaf karena saya akan menghapusnya.