MaMiCoping Lezatos

Hari ini hari lebaran. Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha bagi teman-teman pembaca Dapur Ima yang merayakannya.

Sebenarnya saya ingin menulis dari tadi pagi, tapi baru kesampaian sekarang. Tumben juga saya menulis sore-sore begini, hari lebaran pula. Maunya sih berbagi sajian lebaran, tapi kan bukan saya yang masak. Jadi batal deh, hehehe.


Hari ini saya mau berbagi resep kue kering lagi. Kue ini kami (saya dan adik ipar saya) buat kemarin. Awalnya saya ingin mencoba resep Biskuit Maizena dari JTT, tapi sedikit khawatir bila berakhir seperti percobaannya mba Endang. Lalu saya berpikir untuk memodifikasi resep kue kering Milo yang sudah pernah saya tulis sebelumnya.

Sejak kecil saya sangat suka membuat kue kering. Setiap menjelang lebaran, saya selalu membantu Ibu membuat kue kering. Dan sejak SMP, saya sudah bisa membuat kue kering sendiri.

Dulu, setiap membuat kue kering, biasanya satu bahan dasar dijadikan beberapa macam kue kering. Paling hanya ditambah cokelat, gula halus untuk Putri Salju, gula palm, dan hiasan lainnya. Pada dasarnya rasa kue yang bentuknya bermacam-macam itu sama, hanya saja beda bentuk, warna maupun hiasannya.


Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan saya tentang berbagai resep kue kering, saya pun mulai membuat setiap adonan yang berbeda. Beda namanya (bentuknya) beda pula bahan-bahannya. Saya tidak lagi menggunakan satu macam adonan untuk membuat Nastar, Putri Salju, Kue Cokelat, Kue Palm Sugar dan kue-kue lain yang bentuk dan hiasannya hasil modifikasi saya sendiri.

Dari pengalaman membuat kue sejak kecil inilah yang membuat saya sering memodifikasi resep yang saya buat. Alhamdulillah lebih sering berhasil daripada gagal. Dan kali ini saya mencoba untuk menggabungkan tiga resep, yaitu kue kering Milo, Milo Doggie Cookies (Hesti's Kitchen) dan Biskuit Maizena (JTT). Terimakasih mba Hesti dan mba Endang, karena kedua resep tersebut menginspirasi saya untuk membuat kue ini.

Saya menggunakan perbandingan bahan dan cara membuat kue dengan sedikit modifikasi yang sama seperti kue kering Milo, lalu saya tidak menggunakan gula seperti pada resep Milo Doggie Cookies dan saya juga mengganti tepung terigu menjadi tepung maizena seperti pada resep Biskuit Maizena.


Karena kondisi saya belum memungkinkan untuk membuat kue sendirian, saya pun kembali meminta tolong kepada adik saya untuk membuatkannya dan saya hanya duduk sebentar untuk melihat proses pembuatannya serta menyendok sebagian adonan ke loyang. Itu sebabnya bentuknya buruk rupa karena saya menyendok adonan asal sendok saja yang penting selesai, hehehe.

Kue ini bahannya hanya 5 macam. Margarin, Milo, susu, maizena dan cokelat keping. Awalnya hanya ingin menggunakan 3 bahan saja, yaitu margarin, milo dan maizena. Tapi karena masih punya sisa susu beberapa bungkus dan cokelat keping beberapa stoples, saya pun akhirnya menambahkan kedua bahan tersebut ke dalam adonan.

Pada resep awal yang saya buat, saya menuliskan 100 gr maizena dan 150 gr cokelat keping, namun ketika mencampur adonan, saya melihat adonannya masih lembek, sehingga saya pun menghabiskan sisa cokelat keping sekitar 50 gr dan menambahkan maizena juga sebanyak 50 gr lagi. Saat adonan dipanggang, saya sedikit khawatir adonan akan melebar, ternyata tidak sama sekali. Alhamdulillah, sepertinya takaran bahan yang saya gunakan sudah tepat. Saya pun kemudian memutuskan untuk kembali beristirahat dan menunggu kuenya matang sambil mengira-ngira hasilnya nanti seperti apa rasanya, enak atau tidak?

Sekitar satu jam kemudian, adik saya pun membawakan kue yang telah matang. Terima kasih banyak ya, dinda atas bantuannya. Saya lalu memintanya untuk mencicipi kue itu terlebih dahulu. Saya bertanya bagaimana rasanya dan ia menjawab kalau rasanya seperti Good Time. Oh ya? Saya pun mengambil satu kue dan mencicipinya. Hmmmmm.... rasanya sangat enak sekali, bahkan menurut saya lebih enak daripada Good Time. Ya iyalah, buatan sendiri gitu loh, hehehe.


Saat saya sedang menikmati kue yang belum punya nama itu, saya akhirnya menemukan sebuah nama yang unik, unik menurut saya lho ya, hehehe. Namanya MaMiCoping. Hah, mami shopping? Bukan! Ma...Mi...Co...ping yang kepanjangannya maizena milo cokelat keping, hihihi.

Berikut bahan dan cara pembuatannya.

MaMiCoping
Hasil modifikasi dari Kue Kering Milo, Milo Doggie Cookies (Hesti's Kitchen) dan Biskuit Maizena (JTT)

Bahan:
200 g margarin
5 bungkus Milo (isi 18 g/bungkus)
2 bungkus Dancow (isi 27 g/bungkus)
150 g maizena
200 g cokelat keping

Cara Membuat:
  1. Campur margarin dan milo dengan garpu sampai rata.
  2. Masukkan susu dan maizena, aduk rata dengan spatula.
  3. Tambahkan cokelat keping, aduk sampai rata.
  4. Sendok adonan ke loyang (loyangnya tidak dioles margarin ya...) menggunakan dua sendok teh dan panggang adonan dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya sampai matang.
  5. Keluarkan dari oven, dinginkan dan masukkan ke dalam stoples.
Yang bundar dan berwarna lebih cokelat itu Good Time.
Abaikan bentuk Mamicoping yang buruk rupa karena rasanya dahsyat luarrr biasa. ^_^

Percaya atau tidak, menurut saya kue ini benar-benar lezat dan lebih enak daripada Good Time. Bila Good Time teksturnya garing, kue MaMiCoping ini lebih renyah dan terasa cokelat kepingnya. Bagi yang suka manis, bisa menambahkan Milonya 1 bungkus menjadi 6 bungkus atau sekitar 100 gr. Saya pun akan lebih memilih Mamicoping karena tidak mengandung telur dan bahan-bahan tambahan pangan, juga karena ini hasil buatan saya sendiri, meskipun anggaran yang dibutuhkan untuk membuat kue ini juga lumayan banyak, tapi sepadanlah dengan rasanya yang dahsyat luar biasa, hehehe.

Penasaran? Coba deh untuk membuatnya sendiri. InsyaAllah benar-benar rasa tambah lagi. Saya bahkan sudah menghabiskan satu stoples sebelum menulis tadi, hihihi.

Selamat Mencoba. ^_^

=========

Sabtu, 18 Februari 2017

Kemarin saya dapat inbox dari salah seorang teman yang bernama Qafisha Qurratul'ain (namanya cantik banget kan? Orangnya juga cantik lho.) Dia sudah mencoba resep ini dan hasilnya kurang manis. Mungkin tulisan saya tidak dibaca sampai habis dan waktu dia tanya-tanya mengenai resep ini pun saya tidak memberitahukan kalau kue ini tuh nyoklat banget. Jadi kalau suka manis bisa tambah gula.


Sepertinya adinda Qafisha ini ingin mencoba membuatnya lagi karena dia bertanya berapa gula yang harus ditambahkan. Semoga pada percobaan kedua hasilnya sudah sesuai selera. Aamiin.

Terimakasih banyak saya ucapkan kepada dinda Qafisha karena telah mengunjungi Dapur Ima dan mencoba resep yang saya bagikan. Foto hasil percobaannya ditunggu. (^_^)

Komentar

  1. wah mantap mba Ima rasanya lebih enak dari good time, keren deh mba menggabungkan resep mba Endang dan mba Hesti..
    boleh deh kapan2 saya coba resepnya ya mba.. terima kasih mba Ima..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu menurut saya lho, mba. Kan belum tentu menurut yang lain, hehehe...

      Wah, dengan senang hati kalau mba Monic bersedia mencobanya.
      Saya juga sebenarnya malah ingin meminta mba Monic untuk mencobanya dan memberikan pendapat mba Monic tentang kue ini. Benar-benar enak atau enak menurut saya saja. Terimakasih kembali, mba Monic. ^_^

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih banyak telah berkunjung dan membaca tulisan di Dapur Ima, semoga bermanfaat. Khusus bagi komentar yang tidak sesuai dengan topik, mohon maaf karena saya akan menghapusnya.

Paling Banyak Dibaca

7 Bentuk Spuit Kue dan Hasilnya

Pisang Peppe'

Food Blogger Terbaik Indonesia 2018 Versi Dapur Ima