Minggu, 18 Februari 2018

Beda Pisang Epe dengan Pisang Peppe

18 Februari 45 Comments

Mau ketik judul kok susah amat ya? Tidak boleh pakai tanda baca penekanan ('). Padahal nih ya, bahasa Mandar itu banyak kata yang ada tanda baca penekanannya. Walaupun sekarang sudah diganti menggunakan huruf "q", tapi saya lebih suka menggunakan tanda baca penekanan.

Saya bilang susah karena judul yang harusnya Beda Pisang Epe' dengan Pisang Peppe' akhirnya harus menjadi Beda Pisang Epe dengan Pisang Peppe. Saya sungguh tidak nyaman menulisnya seperti itu.

Mengapa begitu? Bila saya menggunakan judul yang kata terakhirnya ada tanda baca penekanannya, maka gambar atau foto pada tulisan saya tidak akan terlihat di beranda Dapur Ima.

Tidak percaya? Coba deh dicek sendiri. Tulisan saya yang kemarin tentang Loka Peppe' dan Penja Jo'jo' tidak ada tampilan fotonya di beranda. Iya kan?

Ini buktinya

Saya tahu masalah ini dari seorang Mas Abang yang baik hati dan tidak sombong lewat komentarnya di Penja Jo'jo'. Kata beliau, "gambar tidak muncul di halaman pertama, coba upload ulang".

Saya pun melakukan instruksi yang diberikan tapi fotonya tetap tidak muncul. Dipandu lewat WA untuk cek HTML saya malah tambah pusing melihat kodenya. Akhirnya saya pun pasrah dan membiarkannya seperti itu saja.

Nah, kemarin saya dapat WA lagi dari beliau yang berkata bahwa penyebab tidak munculnya foto tersebut adalah penggunaan judul dengan tanda baca penekanan diakhir kata.

Waduh! Bakalan ribet nih urusannya kalau suatu saat akan menulis judul dengan kata bertanda baca penekanan lagi dan ternyata saya mengalaminya hari ini.

Tadi rencananya hanya mau menulis perbedaan Pisang Epe' dengan Pisang Peppe', eh...., malah jadi bahas tanda baca penekanan gara-gara kesulitan menulis judul.

Foto editan tahun 2016 ini
bikin saya malu sendiri.
Tulisannya besar-besar, hahaha

Oh iya, buat Mas Abang yang baik hati dan tidak sombong, saya ucapkan banyak terimakasih atas segala bantuannya selama ini.

Baiklah, kita kembali ke topik kita hari ini yaitu beda Pisang Epe' dengan Pisang Peppe'.

Saya dapat ide menulis tentang ini dari mba Rina Dapur Manis. Tadi beliau komentar di Loka Peppe' dan bertanya seputar Loka Peppe'.

Saya pun membalas pertanyaan beliau lewat WA biar lebih cepet. Dan ketika sedang asyik tanya-jawab, saya langsung kepikiran untuk membuat tulisan tentang ini. Terimakasih banyak, mba Rina. Tanya-jawab tadi akhirnya bisa melahirkan tulisan ini.

Woi! Kapan mulainya nih? Cerita melulu dari tadi. Mulai dong!

Oke! Bagi teman-teman yang masih bingung tentang Pisang Epe', Pisang Peppe' dan perbedaan keduanya. Berikut penjelasannya.

BEDA PISANG EPE' DENGAN PISANG PEPPE'

Resepnya bisa klik judul di bawah ini:
PISANG EPE'
PISANG PEPPE'


  1. Bahan utama. Olahan pisang ini sama-sama dibuat dari pisang Kepok, bedanya Pisang Epe' dibuat dari pisang yang baru matang atau sudah matang tapi masih keras sedangkan Pisang Peppe' dibuat dari pisang yang masih muda atau belum matang.
  2. Cara memasak. Pisang Epe' dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar sedangkan Pisang Peppe' dimasak dengan cara digoreng.
  3. Cara memipihkan. Meskipun sama-sama bisa menggunakan cobek dan ulek untuk memipihkan pisang, tapi ada sedikit perbedaan dari cara memipihkannya. Pisang Epe' bisa dipipihkan dengan cukup menekan pisang sampai melebar sedangkan Pisang Peppe' yang keras karena pisangnya masih muda harus dipukul-pukul saat memipihkannya.
  4. Penyajian. Pisang Epe' disajikan dengan saus gula merah atau tambahan lainnya yang bercita rasa manis sedangkan Pisang Peppe' disajikan dengan tambahan sambal tomat.

Bagaimana, sudah tidak bingung lagi kan membedakan antara Pisang Epe' dengan Pisang Peppe'? Hah? Masih bingung? Sini deh sini! Saya buatkan keduanya biar lebih jelas perbedaannya. 😄

Semoga bermanfaat ya. 😃

Salam,
Dapur Ima

Sabtu, 17 Februari 2018

Loka Peppe'

17 Februari 47 Comments

Hujan-hujan begini enaknya makan apa ya? Kalau saya yang ditanya seperti itu, saya pasti jawab dengan "pisang goreng". Kalau teman-teman suka makan apa saat hujan?

Nah, berbicara tentang pisang goreng. Kali ini saya akan berbagi info dan resep tentang pisang goreng yang dalam bahasa Mandar disebut Loka Peppe', namun umumnya dikenal dengan nama Pisang Peppe' dan adapula yang menyebutnya Banana SmackDown.

Loka Peppe' adalah pisang kepok muda yang digoreng setengah matang kemudian dipeppe' atau dipukul-pukul sampai pipih kemudian digoreng kembali hingga matang dan disajikan bersama sambal tomat.

Pisang dalam bahasa Mandar disebut Loka dan Peppe' artinya pukul (digunakan khusus ketika memukul mulut dengan ujung jari tangan). Jadi Loka Peppe' bila disebut dalam bahasa Indonesia adalah Pisang Keprek.

Sebenarnya saya masih bingung tentang asal-usul Loka Peppe' ini. Apakah berasal dari Mandar, Bugis atau Makassar. Yang pasti orang mengenalnya sebagai makanan khas dari Makassar.

Kemarin saya sudah melakukan tanya-jawab dengan teman saya yang asli Makassar dan Bugis Bone tentang asal-usul Loka Peppe' ini tapi tidak ada yang mengetahuinya.

Adakah pembaca dari SulSelBar yang mengetahui asal-usul Loka Peppe' ini? Kalau ada, mohon beri penjelasan di kolom komentar ya. Terimakasih banyak sebelumnya.

Loka Peppe' ini saya buat dua hari yang lalu. Buatnya saat hujan sedang mengguyur Makassar dengan lebatnya. Itu sebabnya fotonya kurang jelas karena sedang mendung. Saya tunggu sampai sore, tapi hujan tidak menunjukkan tanda-tanda ia akan berhenti. Ya sudah, fotonya itu aja.

Berikut resepnya ya...

LOKA PEPPE'
Resep makanan khas SulSelBar lainnya
PISANG EPE' ORIGINAL

Bahan:
Pisang kepok muda 6 buah
Minyak goreng secukupnya

Sambal tomat sesuai selera


Cara Membuat:
  1. Olesi tangan dan pisau dengan minyak secukupnya agar getah pisang tidak lengket kemudian kupas pisang.
  2. Goreng pisang dalam minyak yang telah dipanaskan sebelummya sampai setengah matang dan angkat.
  3. Pukul-pukul pisang hingga pipih menggunakan cobek dan ulek. Jangan terlalu keras ya pukulnya karena pisangnya akan hancur.
  4. Goreng kembali hingga matang lalu angkat dan tiriskan. Matikan kompor.
  5. Sajikan pisang bersama sambal tomat.


Oh iya, saya tidak sertakan resep sambal tomatnya karena saya buatnya sesuai selera saya. Bahannya dari irisan tomat, cabe, bawang merah, dan garam yang saya tumis dengan sedikit minyak sampai airnya berkurang.

Mungkin bagi teman-teman yang dari luar Sulawesi akan merasa sedikit aneh dengan makanan yang satu ini. Pisang goreng kok dimakan sama sambel ya? Tapi memang seperti inilah Loka Peppe' itu.

Yang difoto hanya 3 buah,
soalnya yang lainnya pada hancur.
Saya terlalu semangat saat memukulnya 😆

Lalu rasanya seperti apa? Rasanya sungguh dahsyat luar biasa, pemirsa. Apalagi bila dilihat dari bahannya yang sangat sederhana. Ada kriuk-kriuknya seperti makan keripik. Pokoknya pas banget deh dinikmati kala hujan. Nendaaang banget rasanya. Tidak percaya? Coba deh buktikan sendiri! Hanya orang yang tidak suka pisang yang akan berkata bahwa makanan ini tidak enak.

Demikianlah tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat dan sesuai selera. Jangan lupa dicoba ya dan rasakan enaknya yang bikin gagal diet, hehehe.

Salam,
Dapur Ima

Jumat, 16 Februari 2018

Roti Panggang a la Dapur Ima

16 Februari 28 Comments

Dari kemarin hujan mengguyur Makassar nyaris tiada henti. Mungkin karena ingin menyambut Imlek kali ya? Gong Xi Fa Cai buat teman-teman yang merayakannya. Semoga hujan ini membawa berkah bagi kita semua.

Hari ini saya akan berbagi resep lagi setelah seminggu berlalu, yaitu resep kue tanpa nama yang beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan hangat para blogger. Apaan sih? Udah kayak gosip aja, hehehe.


Yang belum mengikuti atau membaca ceritanya bisa langsung klik tulisan berwarna biru ini, yaitu Namanya Apa ya?Ini Kata Mereka dan Kue Tanpa Nama.

Terimakasih banyak buat TRIKNEWS atas nama pemberiannya. Mohon maaf sebelumnya karena saya tidak bisa memberikan hadiah apa-apa kecuali ucapan terimakasih, terimakasih dan terimakasih.


Seperti yang saya katakan sebelumnya, kue ini bahannya mirip dengan resep Puding Roti Kukus dan saya masak seperti Kue Milo Praktis. Rasanya? Lumayanlah untuk jadi teman ngeteh atau ngopi. Tidak seperti pencarian namanya yang sungguh luar biasa hebohnya, hehehe.

Berikut bahan dan proses pembuatannya...

ROTI PANGGANG A LA DAPUR IMA
Hasil 20 buah

Bahan:
5 lembar roti tawar, sobek-sobek
2 bungkus krimer kental manis
1 kotak susu Ultra isi 250 ml
Margarin secukupnya

Taburan:
Meises, kacang dan keju secukupnya


Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan dalam blender dan proses hingga halus.
  2. Panaskan pemanggangan roti dan olesi tipis dengan margarin.
  3. Tuang adonan ke dalam pemanggangan roti, beri taburan sesuai selera, tutup dan panggang hingga matang selama 3 sampai 4 menit. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
  4. Roti Panggang a la Dapur Ima siap dihidangkan.

Saya membuat kue ini dua kali. Yang cokelat saya buat dari roti tawar biasa dengan susu cokelat dan yang kedua saya buat dari roti tawar pandan sehingga warnanya jadi hijau.


Bila teman-teman bosan dengan tampilan roti tawar yang hanya dioles margarin dan ditaburi meises atau keju, resep ini bisa dijadikan pilihan. Hasilnya juga jadi lebih banyak dan bisa dinikmati rame-rame walaupun saya bisa menghabiskannya sendirian, hehehe.

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan sesuai selera ya. Selamat mencoba. 😃

Salam,
Dapur Ima

Kamis, 15 Februari 2018

Kue Tanpa Nama

15 Februari 23 Comments

Wakakaka....
Saya mau tertawa terbahak-bahak dulu ye, pemirsa. Ternyata udah buanyaaak banget komentar yang masuk dari kemarin pada tulisan saya tentang Ini Kata Mereka.

Terimakasih banyak ya semuanya. Terimakasih atas kehadirannya di Dapur Ima. Terimakasih karena sudah sering membuat saya ngakak dengan komentar-komentar yang lucu dan terimakasih telah menjadikan Dapur Ima tempat ngerumpi yang asyik.

Okeh! Tanpa berlama-lama, saya akan mengumumkan bahwa saya memilih nama pemberian dari.....

Dari siapa ya?

Dari kamu. Iya, kamu.

Siapa sih?

Sepertinya asyik nih kalo kita ngeteh atau ngopi dulu sambil makan kue tanpa nama ini.

Woi.... Jangan bikin penasaran dong!

Jreng.... Jreng....

Saya pilih nama pemberian dari Mas....

Mas siapa?

Mas itu tuh pendatang baru di Dapur Ima.

Namanya saya tidak tahu, tapi beliau menggunakan akun bernama TRIKNEWS. Makasih banyak ya, mas. Menurut saya dari sekian banyak pilihan nama yang ada, nama pemberian mas TRIKNEWS inilah yang paling cocok dengan kue tanpa nama ini.

Lalu, resepnya mana, bu? Resepnya sebenarnya nggak penting sih. Toh rasanya juga tidak dahsyat luar biasa. Hanya roti doang yang dibuat dengan tampilan berbeda.

Saya pamit undur diri ya. Mau balas komentar dulu. Tadi belum saya balas karena kepikiran menulis tentang ini di Dapur Ima.

Oh iya. Resepnya menyusul dan yang pasti sudah ada namanya, bukan Kue Tanpa Nama lagi. Tapi nggak usah ditungguin ya. OK?

Salam,
Dapur Ima

Selasa, 13 Februari 2018

Ini Kata Mereka

13 Februari 56 Comments

Alhamdulillah akhirnya bisa berbagi lagi hari ini, berbagi larut malam pula. Ya meskipun bukan berbagi resep melainkan berbagi kasih sayang eh maksud saya berbagi cerita tentang sebuah makanan yang belum ada namanya.

Bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya sebelumnya tentang Namanya Apa Ya? pasti sudah bisa menebak makanan apa yang saya maksud.

Jadi, Sabtu lalu saya bereksperimen kecil-kecilan di dapur. Saya mencoba membuat kue yang bahannya saya ambil dari resep Puding Roti Kukus dan cara memasaknya seperti Kue Milo Praktis.

Setelah kue tersebut jadi seperti foto di atas, saya malah kebingungan karena tidak punya nama yang pas untuknya. Lho? Ini gimana toh? Tidak biasanya saya kehilangan ide untuk nama makanan yang saya buat. Lagi mikirin apa sih, bu? Lagi mikirin kamu, hehehe.

Saya lalu dapat ide untuk bertanya pada semua orang melalui tulisan saya di Dapur Ima dan ternyata hasilnya sungguh di luar dugaan saya.

Ada banyak komentar yang masuk dan semuanya dari teman-teman blogger. Yang lain mana nih? Mba Yulia, mba Iin dan yang lainnya kok cuma lewat doang sih? Komentarnya mana?

Saya ucapkan banyak terimakasih buat para pembaca yang tidak meninggalkan komentarnya di sini. Saya tahu kalian ada meski tidak meninggalkan jejak di sini.

Komentar yang masuk semuanya bagus-bagus dan lucu-lucu. Bila teman-teman penasaran melihat langsung komentar itu beserta jawaban saya, boleh langsung menuju TKP untuk membacanya.

Komentar tersebut akan saya tuliskan kembali di sini. Ini merupakan salah satu bentuk terimakasih saya kepada semua teman-teman blogger yang sudah banyak membantu dan sering berkunjung ke Dapur Ima.

Ini kata mereka...

Mang Lembu, "kasih nama kue mak Ima ajah, namanya belum ada, mudah diingat dan diciptakan oleh seorang blogger bernama neng Ima. hehe... tapi keren juga kok menurut saya mah, pake nama ituh" Desa Cilembu

Kang Nata, "kasih nama "Kue Asik Pedia" ajah Mbak! hehehe.....
biar artikelnya bisa ikut terdongkrak saat ada yg mencari Kata Asik Pedia"
*Modusdotcom. :) Asik Pedia

Mayuf, "Dapet penemuan baru ya mba, keren :D
Dikasih nama apa ya, yang namanya dari bagian bahan pembuatan nya aja mba mungkin, hehe" Mayuf

Yogi Prasetian, "Coba sini saya icip mbak, nanti setelah nyobain biar saya kasih nama yg pas :D :D" Ragam Fungsi

Andi Nugraha, "Bagus juga, roti panggang ala Ima. diproduksi langsung oleh diary mahasiswa..wkwk
nyambung-nyambungin kata-kata..haha" Diary Mahasiswa

Dwi Sugiarto, "Roti Bakar Milenia.... Cocok tuh" Dwisu Web Id

Monica Rampo, "ahai bingung ya mba Ima kasih nama makanan ini... jadi kayak bikin sayembara nih..he he he...bahannya sih bahan puding roti, cuma dipanggang pakai cetakan.. nah silakan mba Ima tentukan sendiri namanya..puding roti panggang ala dapur Ima mungkin cucok.. tapi mungkin loh ya...
btw taburannya endes kayaknya mba.." Monic's Simply Kitchen

Anisa Ae, "Kue pipih ima xD Bentuknya pipih gitu soalnya wkwk" Anisa Ae

Djangkaru Bumi, "Diberi nama roti mario aja. :)" Djangkaru Bumi

Maya, "Kayaknya nyicip dulu deh biar tahu mau kasih nama apa ya kuenya. hehe" Jejak Maya

Obat Sakit, "itu yang bintik-bintik putih di kue namanya apa ya mbak. Wijen atau kacang ya. Aku sih namanya kue ya pastinya enak gurih dan renyah serta manis karena ada bintik putihnya, beri saja nama kue tutul atau kue bintik" Obat Sakit

Rina Audie, "Mau komen aja maju mundur, belum dapat nama soalnya. Gimana kalo Easy Toast Recipe. Toast mengacu pada roti tawar yang dipanggang (toast). Ini resep super gampil soalnya" Dapur Manis

Ikrom Zayn, "kue syalala ulala aja mbak
cetar membahana hehe" Unimportant to Important

Adi Stia Utama S, "Kue artis mbak ima, kan biar viral gitu" My Satnite

Ella Fitria, "Gimana kalau kasih nama kue anti galau? Atau kue pelupa mantan? Hahaha" Ella Fitria


Terimakasih banyak pula buat teman-teman blogger yang melewatkan tulisan tentang ini tapi sering berkomentar pada tulisan saya yang lain, seperti IezelSha, Mbah Dinan, mba Nia, mba Muyass, mas Satria, mas Masandi, mba Anggun, kang Achman, mba Yuli, mas Hujan Bulan Juni dan mas Idris.

Pada penasaran tidak akhirnya saya pilih nama yang mana untuk kue tanpa nama di atas? Yang penasaran, lambaikan tangan ke kamera ya! Eh salah. Maksud saya angkat tangan, hehehe.

Tunggu tanggal mainnya!

Salam,
Dapur Ima